Minggu, 12 Maret 2017

Pengakuan Dan Pengukuran Transaksi Dalam Akuntansi Pemerintahan

Pengakuan Dan Pengukuran Transaksi Dalam Akuntansi Pemerintahan

Contoh Soal :
Suatu pemerintahan daerah memiliki rrealisasi pendapatan sebesar 100 jt dan belanja sebesar 80 jt. Dari belanja tersebut, 60 jt sebagai belanja operasional dan 20 jt sebagai belanja modal. Berikan contoh yang jelas, bagaimana pengakuan dan pengukuran transaksi tersebut apabila menggunaka :
1.      Basis kas
2.      Basis modifikasi kas
3.      Basis modifikasi akrual
4.      Basis akrual
5.      Basis cash toward accrual yang berlaku di Indonesia

Jawaban :
1.      Basis kas
Dalam akuntansi basis kas, transaksi dan peristiwa lain diakui ketika kas diterima atau dibayarkan. Akuntansi basis kas dapat menyediakan informasi mengenai sumber dana yang dihasilkan selama suatu periode, penggunaan dana dan saldo kas pada tanggal pelaporan. Jurnal dari soal di atas adalah sebagai berikut :
D/ Kas             100 Jt
                        K/ Pendapatan Daerah            100 Jt

D/ Belanja operasional            60 Jt
D/ Belanja modal                    20 Jt
                        K/ Kas                                     80 Jt   



2.      Basis modifikasi kas
Untuk pencatatan pengakuan dan pengukuran dengan menggunakan basis modifikasi kas sama dengan basis kas. Namun, dalam basis ini pembukuan untuk periode tahun berjalan masih ditambah dengan waktu atau periode tertentu. Kemudian arus kas pada awal periode pelaporan yang diperhitungkan dalam periode pelaporan tahun lalu dikurangkan dari periode pelaporan berjalan. Jurnal :
D/ Kas             100 Jt
                        K/ Pendapatan Daerah            100 Jt

D/ Belanja operasional            60 Jt
D/ Belanja modal                    20 Jt
                        K/ Kas                                     80 Jt

3.      Basis modifikasi akrual
Akuntansi basis ini meliputi pengakuan beberapa aktiva, namun tidak seluruhnya, sepperti aktiva fisik, dan pengakuan beberapa kewajiban, namun tidak seluruhnya, seperti uang pensiun. Basis ini menyediakan informasi mengenai sumber dana, alokasi sumber dana dan penggunaan sumber – sumber keuangan bagi para pemakai laporan keuangan. Jurnalnya yaitu :
D/ Kas             100 Jt
                        K/ Pendapatan Daerah            100 Jt

D/ Beban Operasional             60 Jt
D/ Beban Peralatan                 20 Jt
                        K/ Kas                                     80 Jt

4.      Basis akrual
Akuntansi berbasis akral merupakan suatu basis akuntansi dimana transaksi ekonomi dan peristiwa – peristiwa lain diakui dan dicatat dalam catatan akuntansi dan dilaporkan dalam periode laporan keuangan pada saat terjadinya transaksi tersebut, bukan pada saat kas diterima atau dibayarkan. Jurnal dari soal di atas adalah :
D/ Kas                                     100 Jt
K/ Pendapatan                                    100 Jt

D/ Beban Operasional             60 Jt
D/ Peralatan                             20 Jt
                        K/ Kas                                     80 Jt

5.      Basis cash toward accrual yang berlaku di Indonesia
Basis cash toward accrual merupakan basis yang mengakui pendapatan danbelanja pada saat kas dikeluarkan, serta mengakui asset, kewajiban, dan ekuitas dana dengan dasar akrual yaitu pada saat terjadinya transaksi. Jurnal dari soal di atas yaitu :
D/ Kas                                     100 Jt
                        K/ Pendapatan Daerah            100 Jt

D/ Beban Operasional             60 Jt
D/ Beban Modal                     20 Jt
                        K/ Kas                                     80 Jt

Sisa atau Lebih di jurnal sebagi berikut :
D/ Peralatan                            20 Jt
                        K/ Ekuitas dana dari investasi dalam aset tetap         20 Jt


Sabtu, 04 Maret 2017

Perbedaan Format Laporan Keuangan Pemerintahan dan Laporan Keuangan Swasta


TUGAS


Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Akuntansi Pemerintahan

Dosen :
Zulkarnain, SE., M.Si














Oleh :
Widi Nurdiati
Akuntansi





INSTITUTE MANAJEMEN WIYATA INDONESIA (IMWI)
Jl. Gudang No. 7 – 9 Kota Sukabumi 43112 Jawa Barat – Indonesia
Telp (0266) 235717


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pada saat ini memberikan dampak yang positif bagi dunia usaha sehingga para penguasa dapat memperluas kegiatan usahanya. Hal tersebut menuntut agar perusahaan dapat di kelola dengan efektif dan efiseien. Sebab, keberhasilan sebuah perusahaan dapat dilihat dari laporan keuangannya.
Laporan keuangan merupakan catatan informasi tentang keuangan suatu perusahaan pada periode tertentu yang digunakan untuk mengetahui kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan  ini dijadikan sebagai media untuk mengetahui dan menilai keadaan ekonomi dan prestasi manajemen. Oleh karena itu keandalan sebuah laporan keuangan sangat penting karena berdampak pada pengambilan keputusan.
Fungsi dan jenis dari laporan keuangan ini berbeda – beda disesuaikan dengan organisasi yang memerlukannya. Penggunaan laporan keuangan sektor publik akan berbeda dengan penggunaan laporan keuangan organisasi/perusahaan sektor swasta.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta yaitu laporan keuangan pemerintah pusat ( LKPP ) tahun 2014 dengan laporan keuangan PT. BIOFARMA.  
B.     PERUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta ?
2.      Apa perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta ?
3.      Kenapa perbedaan tersebut dapat terjadi ?


C.     MAKSUD DAN TUJUAN PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan untuk memenuhi tugas mata kuliah akuntansi pemerintahan, serta untuk melakukan pengamatan tentang perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta.
D.    MANFAAT PENELITIAN
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta serta perbedaan antara kedua laporan keuangan tersebut.























BAB II
LANDASAN TEORI

A.    PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Laporan keuangan merupakan ringkasan dari proses pencatatan, yang merupakan ringkasan dari transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku yang bersangkutan. Laporan keuangan ini di buat oleh pihak manajemen dengan tujuan untuk mempertanggungjawabkan tugas yang dibebankan kepadanya oleh pemilik perusahaan. ( Baridwan, 1997)
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) laporan keuangan adalah susunan yang menyajikan posisi keuangan dan kinerja keuanggan dalam sebuah entitas. Tujuan dari laporan keuangan ini adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan ( financial position ), kinerja keuangan (financial performance), dan arus kas ( cash flow ).
B.     KOMPONEN – KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), Komponen-komponen yang terdapat dalam satu set laporan keuangan berbasis akrual terdiri dari laporan pelaksanaan anggaran (budgetary reports) dan laporan finansial, yang jika diuraikan adalah sebagai berikut:
·      Laporan Realisasi Anggaran
LRA merupakan laporan yang menyajikan ikhtisar sumber, alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah dalam satu periode pelaporan . Laporan realisasi anggaran mengungkapkan kegiatan keuangan pemerintah pusat/daerah yang menunjukkan ketaatan terhadap APBN/APBD.
LRA menyajikan informasi realisasi pendapatan-LRA, belanja, transfer, surplus/defisit-LRA, dan pembiayaan, yang masing-masing diperbandingkan dengan anggarannya dalam satu periode. Informasi tersebut berguna bagi para pengguna laporan dalam mengevaluasi keputusan mengenai alokasi sumber-sumber daya ekonomi, akuntabilitas dan ketaatan entitas pelaporan terhadap anggaran karena menyediakan informasi-informasi sebagai berikut:
a)    Informasi mengenai sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya ekonomi;
b)   Informasi mengenai realisasi anggaran secara menyeluruh yang berguna dalam mengevaluasi kinerja pemerintah dalam hal efisiensi dan efektivitas penggunaan anggaran.
LRA menyediakan informasi yang berguna dalam memprediksi sumber daya ekonomi yang akan diterima untuk mendanai kegiatan pemerintah pusat dan daerah dalam periode mendatang dengan cara menyajikan laporan secara komparatif.
Setiap komponen dalam LRA dijelaskan lebih lanjut dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Penjelasan tersebut memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran seperti kebijakan fiskal dan moneter, sebab-sebab terjadinya perbedaan yang material antara anggaran dan realisasinya, serta daftar-daftar yang merinci lebih lanjut atas angka-angka yang dianggap perlu untuk dijelaskan.
2.    Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP-SAL) menyajikan pos-pos berikut, yaitu: saldo anggaran lebih awal (saldo tahun sebelumnya), penggunaan saldo anggaran lebih, Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SILPA/SIKPA) tahun berjalan, koreksi kesalahan pembukuan tahun sebelumnya, lain-lain dan Saldo anggaran lebih akhir untuk periode berjalan. Pos-pos tersebut disajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya.
LP-SAL dimaksudkan untuk memberikan ringkasan atas pemanfaatan saldo anggaran dan pembiayaan pemerintah, sehingga suatu entitas pelaporan harus menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam LP-SAL dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Struktur LP-SAL baik pada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota tidak memiliki perbedaan.
3.    Laporan Operasional
Laporan Operasional (LO) menyediakan informasi mengenai seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelaporan yang tercerminkan dalam pendapatan-LO, beban, dan surplus/defisit operasional dari suatu entitas pelaporan yang penyajiannya disandingkan dengan periode sebelumnya. Pengguna laporan membutuhkan Laporan Operasional dalam mengevaluasi pendapatan-LO dan beban untuk menjalankan suatu unit atau seluruh entitas pemerintahan.
4.    Laporan Perubahan Ekuitas
Laporan Perubahan Ekuitas menyajikan sekurang-kurangnya pos-pos Ekuitas awal atau ekuitas tahun sebelumnya, Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan dan koreksi-koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, yang antara lain berasal dari dampak kumulatif yang disebabkan oleh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar, misalnya:
a)    Koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode-periode sebelumnya;
b)   Perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.
Di samping itu, suatu entitas pelaporan juga perlu menyajikan rincian lebih lanjut dari unsur-unsur yang terdapat dalam Laporan Perubahan Ekuitas yang dijelaskan pada Catatan atas Laporan Keuangan.
5.    Neraca
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas pada tanggal tertentu. Dalam neraca, setiap entitas mengklasifikasikan asetnya dalam aset lancar dan nonlancar serta mengklasifikasikan kewajibannya menjadi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
Neraca setidaknya menyajikan pos-pos berikut:
a.    Kas dan setara kas;
b.    Investasi jangka pendek;
c.    Piutang pajak dan bukan pajak;
d.   Persediaan;
e.    Investasi jangka panjang;
f.     Aset tetap;
g.    Kewajiban jangka pendek;
h.    Kewajiban jangka panjang; dan
i.      Ekuitas.
6.    Laporan Arus Kas
Pemerintah pusat dan daerah yang menyusun dan menyajikan laporan keuangan dengan basis akuntansi akrual wajib menyusun laporan arus kas untuk setiap periode penyajian laporan keuangan sebagai salah satu komponen laporan keuangan pokok. Entitas pelaporan yang wajib menyusun dan menyajikan laporan arus kas adalah unit organisasi yang mempunyai fungsi perbendaharaan umum atau unit yang ditetapkan sebagai bendaharawan umum negara/daerah dan/atau kuasa bendaharawan umum negara/daerah.
Tujuan pelaporan arus kas adalah memberikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama suatu periode akuntansi serta saldo kas dan setara kas pada tanggal pelaporan.
a.    Aktivitas operasi
Arus masuk kas dari aktivitas operasi terutama diperoleh dari: penerimaan perpajakan, penerimaan negara bukan pajak (pnbp), penerimaan hibah, penerimaan bagian laba perusahaan negara/daerah dan investasi lainnya penerimaan lain-lain/penerimaan dari pendapatan luar biasa, dan penerimaan transfer. sedangkan arus keluar kas untuk aktivitas operasi terutama digunakan untuk : pembayaran pegawai, pembayaran barang, pembayaran bunga, pembayaran subsidi, pembayaran hibah, pembayaran bantuan sosial, pembayaran lain-lain/kejadian luar biasa, dan pembayaran transfer.
Jika suatu entitas pelaporan mempunyai surat berharga yang sifatnya sama dengan persediaan, yang dibeli untuk dijual, maka perolehan dan penjualan surat berharga tersebut diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Jika entitas pelaporan mengotorisasikan dana untuk kegiatan suatu entitas lain, yang peruntukannya belum jelas apakah sebagai modal kerja, penyertaan modal, atau untuk membiayai aktivitas periode berjalan, maka pemberian dana tersebut harus diklasifikasikan sebagai aktivitas operasi. Kejadian ini dijelaskan dalam catatan atas laporan keuangan.
b.    Aktivitas investasi
Aktivitas investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas. Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang.
Arus masuk kas dari aktivitas investasi terdiri dari : penjualan aset tetap, penjualan aset lainnya; pencairan dana cadangan; penerimaan dari divestasi; penjualan investasi dalam bentuk sekuritas. sedangkan arus keluar kas dari aktivitas investasi terdiri dari: perolehan aset tetap; perolehan aset lainnya; pembentukan dana cadangan; penyertaan modal pemerintah; pembelian investasi dalam bentuk sekuritas.
c.    Aktivitas pendanaan
Aktivitas Pendanaan adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang yang berhubungan dengan pemberian piutang jangka panjang dan/atau pelunasan utang jangka panjang yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah dan komposisi piutang jangka panjang dan utang jangka panjang. Arus kas dari aktivitas pendanaan mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas yang berhubungan dengan perolehan atau pemberian pinjaman jangka panjang.
Arus masuk kas dari aktivitas pendanaan antara lain: penerimaan utang luar negeri, penerimaan dari utang obligasi, penerimaan kembali pinjaman kepada pemerintah daerah, penerimaan kembali pinjaman kepada perusahaan negara. sedangkan arus keluar kas dari aktivitas pendanaan antara lain: pembayaran pokok utang luar negeri, pembayaran pokok utang obligasi, pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada pemerintah daerah, pengeluaran kas untuk dipinjamkan kepada perusahaan negara.
d.   Aktivitas transitoris
Aktivitas transitoris adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang tidak termasuk dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan. Arus kas dari aktivitas transitoris mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi pendapatan, beban, dan pendanaan pemerintah. Arus kas dari aktivitas transitoris antara lain transaksi Perhitungan Fihak Ketiga (PFK), pemberian/penerimaan kembali uang persediaan kepada/dari bendahara pengeluaran, serta kiriman uang. PFK menggambarkan kas yang berasal dari jumlah dana yang dipotong dari Surat Perintah Membayar atau diterima secara tunai untuk pihak ketiga misalnya potongan Taspen dan Askes. Kiriman uang menggambarkan mutasi kas antar rekening kas umum negara/daerah.
7.    Catatan atas Laporan Keuangan.
Agar informasi dalam laporan keuangan pemerintah dapat dipahami dan digunakan oleh pengguna dalam melakukan evaluasi dan menilai pertanggungjawaban keuangan negara diperlukan Catatan Atas Laporan Keuangan (CaLK). CaLK memberikan informasi kualitatif dan mengungkapkan kebijakan serta menjelaskan kinerja pemerintah dalam tahapan pengelolaan keuangan negara. Selain itu, dalam CaLK memberikan penjelasan atas segala informasi yang ada dalam laporan keuangan lainnya dengan bahasa yang lebih mudah dicerna oleh lebih banyak pengguna laporan keuangan pemerintah, sehingga masyarakat dapat lebih berpartisipasi dalam menyikapi kondisi keunagan neagra yang dilaporkan secara lebih pragmatis. Pemahaman yang memadai terhadap komponen-komponen laporan keuangan pemerintah sangat diperlukan dalam menilai laporan pertanggungjawaban keuangan negara. Dengan memahami tujuan, manfaat dan isi/pos-pos dari setiap komponen laporan keuangan, rakyat sebagai pengguna laporan keuangan akan lebih mudah menilai kinerja Pemerintah dalam mengelola keuangan negara. Rakyat dapat mengetahui jumlah dan sumber dana yang dipungut/dikumpulkan oleh pemerintah dalam setiap periodenya, bagaimana pengelolaannya, termasuk dapat menelusuri lebih jauh penggunaan dana masyarakat tersebut serta mengevaluasi sejauhmana capaian dari setiap program/kegiatan pemerintah.
Secara umum, struktur CaLK mengungkapkan hal-hal sebagai berikut:
a)      Informasi Umum tentang Entitas Pelaporan dan Entitas Akuntansi;
b)      Informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan dan ekonomi makro;
C.     KOMPONEN – KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN SWASTA
Komponen-komponen laporan keuangan sektor swasta meliputi :
1)   Neraca (Laporan Posisi Keuangan)
Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan mengenai aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu. Setiap entitas pelaporan mengklasifikasikan asetnya dalam aset lancar dan tidak lancar serta mengklasifikasikan kewajiban menjadi kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Neraca yang menyajikan secara komparatif dengan periode sebelumnya pos-pos berikut :
a.    Kas dan setara kas
b.    Investasi jangka pendek
c.    Piutang pajak dan bukan pajak
d.   Persediaan
e.    Investasi jangka panjang
f.     Aset tetap
g.    Kewajiban jangka pendek
h.    Kewajiban jangka panjang
i.      Ekuitas
2)   Laporan laba rugi
Laporan laba rugi merupakan sebuah laporan yang menyajikan informasi tentang pendapatan, beban dan laba atau rugi yang diperoleh sebuah organisasi selama periode waktu tertentu. Misalnya periode satu bulanan, tiga bulanan, enam bulanan atau satu tahun penuh.
Laporan laba rugi dapat disajikan dengan bentuk multiple step. Dalam laporan laba rugi seperti ini pendapatan dikelompokkan atas pendapatan utama dan pendapatan lain-lain. Demikian juga dengan biaya disajikan dari biaya operasional dan biaya tidak berasal dari kegiatan utama perusahaan atau non operasi.
Laporan laba rugi dapat juga disajikan dengan bentuk single step (satu langkah). Laporan ini hanya melaporkan satu informasi laba bersih yang berasal dari hasi penguran semua pendapatan dan semua biaya melalui satu kali pengurangan.
3)   Laporan perubahan ekuitas/modal
Laporan perubahan ekuitas/modal merupakan laporan keuangan yang menyajikan pengaruh laba rugi tahun berjalan serta penggunaannya dan penambahan atau pengurangan modal pemilik. Saldo awal moda ditambah atau dikurangi dengan perubahan modal tahun berjalan akan menghasilkan saldo modal akhir tahun. Saldo modal ini akan sama dengan total ekuitas dalam neraca.
4)   Laporan arus kas
Laporan arus kas dapat dibuat dengan menggunakan laba rugi tahun berjalan dan neraca komparatif yang dibuat dua tahun berturut-turut. Untuk menghitung kas bersih, unsur-unsur pendapatan dan biaya yang tidak memerlukan penerimaan atau pemgeluaran kas harus dikelurarkan dari unsur laba atau rugi dari laporan laba rugi.
Laporan arus kas memuat ikhtisar penerimaan dan pengeluaran kas dari kelompok aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Hasil dari penjumlahan arus kas bersih dari tiap kelompok aktivitas merupakan surplus atau defisit kas periode berjalan. (Samryn, 2012: 40-44)
5)   Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas laporan keuangan ini berupa perincian dari suatu perkiraan yang disajikan seperti perkiraan aktiva tetap. Catatan atas laporan keuangan juga digunakan untuk memberi informasi mengenai kebijakan akuntansi. (Pahala Ninggolan, 2007:69)
D.    KARAKTERISTIK LAPORAN KEUANGAN
Menurut Komite Standar Akuntansi Pemerintahan ( KSAP ) ada empat karakteristik yang merupakan prasyarat normatif yang diperlukan agar laporan keuangan pemerintah dapat memenuhi kualitas yang dikehendaki. Empat karakteristik tersebut yaitu :
1.    Relevan, laporan keuangan dikatakan apabila informasi yang ada didalamnya dapat mempengaruhi keputusan pengguna dengan membanu mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini dan memprediksi masa depan.
2.    Andal, informasi laporan keuangan bebas dari pengertian yang menyesatkan atau kesalahan. Laporan harus disajikan dengan fakta secara jujur.
3.    Dapat dibandingkan, informasi laporan keuangan akan lebih berguna apabila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya, agar ada peningkatan.
4.    Dapat dipahami, isi dalam laporan keuangan harus dapat dipahami oleh para pengguna informasi tersebut, dan harus disajikan sesuai dengan pemahaman para pengguna.

E.     TUJUAN LAPORAN KEUANGAN
Tujuan laporan keuangan pemerintah
Pelaporan keuangan pemerintah harus menyajikan informasi yang bermanfaat bagi para pengguna dalam menilai akuntabilitas dan membuat keputusan baik ekonomi, sosial maupun politik, yaitu dengan cara :
·      Menyediakan informasi tentang sumber, alokasi, dan penggunaan sumber daya keuangan.
·      Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk membiayai seluruh pengeluaran.
·      Menyediakan informasi mengenai bagaimana entitas pelaporan mendanai seluiruh kegiatan dan mengelola kebutuhan kasnya.
·      Menyediakan informasi mengenai informasai mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan dalam kegiatan entitas pelaporan serta hasil – hasil yang telah di capai.
·      Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi entitas pelaporan berkaitan dengan sumber – sumber penerimaannya.
Tujuan laporan keuangan swasta :
Secara umum laporan keuangan sektor swasta memiliki tujuan untuk menyampaikkan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan pada suatu periode tertentu kepada para pemangku kepentingan. Kemudian dari laporan keuangan tersebut dapt digunakan oleh para pengguna sebagai dasar dalam memilih alternatif penggunaan sumber daya perusahaan. Tujuan yang lain yaitu membuat keputusan investasi dan kredit, menilai prospek arus kas, dan melaporkan sumber daya perusahaan.







BAB III
METODE PENELITIAN

A.  DESAIN PENELITIAN
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta. Kemudian penelitian ini menggunakan metode pengamatan dengan mengamati perbedaan laporan keuangan tersebut.
B.  OBJEK PENELITIAN
Objek yang digunakan pada penelitian ini adalah laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2014 sebagai laporan keuangan pemerintah dan PT. BIO FARMA sebagai laporan keuangan dari sektor swasta.
C.  METODE PEGUMPULAN DATA
Pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui sumber internet.
D.  METODE ANALISIS DATA
Metode yang dilakukan adalah dengan cara melakukan pengamatan secara langsung terhadap laporan keuangan.














BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A.    HASIL PENELITIAN
Berdasarkan hasil pengamatan atas laporan keuangan pemerintahan pusat tahun 2014 dan laporan keuangan PT. BIO FARMA tahun 2014 maka di dapatkan hasil sebagai berikut.
Untuk laporan keuangan pemerintah tahun 2014 ditemukan ada 4 jenis laporan yaitu :
1.    Laporan realisasi APBN
Laporan Realisasi APBN menggambarkan perbandingan antara APBN-P TA 2014 dengan realisasinya, yan mencakup unsur-unsur pendapatan, belanja, dan pembiayaan selama periode 1 Januari 2014 - 31 Desember 2014. Realisasi Pendapatan Negara dan Hibah pada TA 2014 adalah sebesar Rp1.550,49 triliun atau 94,81 persen dari APBN-P. Sementara itu, realisasi Belanja Negara pada TA 2014 adalah sebesar Rp1.777,18 triliun atau 94,69 persen dari APBN-P. Jumlah realisasi Belanja Negara tersebut terdiri dari realisasi Belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp1,203,58 triliun atau 94,00 persen dari APBN-P, dan realisasi Transfer ke Daerah sebesar Rp573,70 triliun atau 96,18 persen dari APBN-P. Selain itu, pada TA 2014 terdapat Suspen Belanja sebesar minus Rp97,39 Miliar.
Berdasarkan realisasi Pendapatan Negara dan Hibah, dan realisasi Belanja Negara, terjadi Defisit Anggaran TA 2014 sebesar Rp226,69 triliun. Realisasi Pembiayaan Neto TA 2014 adalah sebesar Rp248,89 triliun atau 103,06 persen dari APBN-P, sehingga terjadi Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp22,20 triliun.
2.    Neraca
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan Pemerintah Pusat mengenai aset, kewajiban, dan ekuitas dana pada tanggal 31 Desember 2014. Jumlah Aset per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp3.910,92 triliun yang terdiri dari Aset Lancar sebesar Rp262,98 triliun, Investasi Jangka Panjang sebesar Rp1.309,92 triliun, Aset Tetap sebesar Rp1.714,59 triliun, Piutang Jangka Panjang sebesar Rp2,83 triliun, dan Aset Lainnya sebesar Rp620,61 triliun. Jumlah Kewajiban per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp2.898,38 triliun yang terdiri dari Kewajiban Jangka Pendek sebesar Rp352,31 triliun dan Kewajiban Jangka Panjang sebesar Rp2.546,07 triliun. Sementara itu, jumlah Ekuitas Dana Neto per 31 Desember 2014 adalah sebesar Rp1.012,54 triliun yang terdiri dari Ekuitas Dana Lancar sebesar minus Rp85,02 triliun dan Ekuitas Dana Investasi sebesar Rp1.097,56 triliun.
3.    Laporan arus kas
Laporan Arus Kas adalah laporan yang menyajikan informasi mengenai sumber, penggunaan, perubahan kas dan setara kas selama TA 2014 serta saldo kas dan setara kas pada tanggal 31 Desember 2014. Saldo Kas Bendahara Umum Negara (BUN), Kas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN), Kas Badan Layanan Umum (BLU), dan Kas Hibah Langsung yang telah disahkan per 31 Desember 2013 adalah sebesar RP. 67,70 riliun, sedangkan pada awal tahun 2014 terjadi koreksi sebesar minus Rp. 16,44 miliar, sehingga saldo awal Kas BUN, Kas KPPN, Kas BLU, dan Kas Hibah Langsung yang telah disahkan tahun 2014 menjadi Rp. 67,69 triliun.
Selama TA 2014 terjadi penurunan kas dari aktivitas operasi sebesar Rp80,07 triliun, penurunan kas dari aktivitas investasi aset non keuangan sebesar Rp. 146,62 triliun, kenaikan kas dari aktivitas pembiayaan sebesar Rp. 248,89 triliun, kenaikan kas dari aktivitas non anggaran sebesar Rp3,35 triliun dan penurunan karena penyesuaian pembukuan sebesar Rp3,72 triliun sehingga mengakibatkan kenaikan kas sebesar Rp21,83 triliun.
Dengan demikian, saldo Kas BUN, Kas KPPN, Kas BLU, dan Kas Hibah Langsung yang telah disahkan per 31 Desember 2014 menjadi Rp. 89,52 triliun.
Selain kas di atas, terdapat Rekening Pemerintah Lainnya sebesar Rp. 4,65 triliun, Kas di Bendahara Pengeluaran sebesar Rp0,32 triliun, Kas di Bendahara Penerimaan sebesar Rp0,15 triliun, Kas Lainnya dan Setara Kas sebesar Rp5,40 triliun, dan Kas pada BLU yang Belum Disahkan sebesar Rp0,07 triliun. Selama tahun 2014 terdapat deposito (Investasi Jangka Pendek) yang berasal dari Kas pada BLU yang telah disahkan sebesar Rp4,38 triliun, sehingga saldo akhir Kas dan Bank Pemerintah Pusat sebesar Rp95,73 triliun.
4.    Catatan atas laporan keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK) menguraikan kebijakan makro, kebijakan fiskal, metodologi penyusunan LKPP, dan kebijakan akuntansi yang diterapkan. Selain itu, dalam CaLK dikemukakan penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai. Sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), dalam penyajian Laporan Realisasi APBN, pendapatan, belanja, dan pembiayaan diakui berdasarkan basis kas, yaitu pada saat kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari Kas Umum Negara (KUN). Dalam penyajian Neraca, aset, kewajiban, dan ekuitas dana diakui berdasarkan basis akrual, yaitu pada saat diperolehnya hak atas aset dan timbulnya kewajiban tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas diterima atau dikeluarkan oleh dan dari KUN.
Dalam CaLK ini diungkapkan pula kejadian penting setelah tanggal pelaporan keuangan serta beberapa informasi tambahan yang diperlukan.
Sedangkan untuk laporan keuangan PT. BIO FARMA tahun 2014 terdapat 5 laporan, yaitu :
1.    Laporan posisi keuangan
Total aset pada tahun 2014 PT. BIOFARMA adalah sebesar Rp. 3, 044 triliun. Yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp. 1, 825 triliun, dan aset tidak lancar sebesar Rp. 1,219 triliun. Total liabities tahun 2014 yaitu sebesar Rp. 427 milyar. Yang terbagi atas liabilitas jangka pendek sebesar Rp. 339 milyar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp. 88 milyar. Sedangkan total ekuitas adalah sebesar Rp. 2,617 triliun.
2.    Laporan laba rugi
PT. BIOFARMA tahun 2014 mendapatkan laba bersih sebesar Rp. 580 milyar, dengan jumlah penjualan bersih sebesar Rp. 2,044, dan beban pokok penjualan sebesar Rp. 780 milyar.
3.    Laporan perubahan ekuitas
Saldo akhir per 31 Desember 2014 PT. BIOFARMA adalah sebesar Rp. 1.250 triliun, yang mana mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya.
4.    Laporan arus kas
Laporan arus kas ini terdiri dari :
·      Arus kas dari aktivitas operasi dengan total sebesar Rp. 506 milyar.
·      Arus kas dari aktivitas invesrasi dengan total sebesar ( Rp. 209 milyar ).
·      Arus kas dari aktivitas pendanaan dengan total sebesar ( Rp. 68 milyar ).
5.    Catatan atas laporan keuangan
Catatan ata laporan keuangan ini menjelaskan secara rinci tentang keadaan perusahaan.
B.     PEMBAHASAN
Dari uraian hasil penelitian dia atas dapat diketahui bahwa terdapat perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta diantaranya yaitu :
1.    Dalam laporan keuangan pemerintah ada laporan realisasi APBN sedangkan dalam laporan keuangan PT. BIOFARMA tidak ada. Hal tersebut disebabkan karena tujuan dari kedua organisasi tersebut berbeda. Laporan realisasi APBN digunakan oleh pemerintah untuk mempertanggungjawabkan semua aktivitas yang ada dalam pemerintahan, seperti pendapatan, beban, dan pembiayaan selama periode tertentu.
2.    Pada laporan keuangan PT. BIOFARMA ada laporan laba rugi sedangkan pada laporan keuangan pemerintah tidak ada. Karena pada dasarnya pemerintah tidak memiliki tujuan untuk mencari keuntungan, berbeda dengan tujuan  dari PT. BIOFARMA yang tujuannya adalah mencari keuntungan.
3.    Pada laporan keuangan pemerintah dalam laporan neraca akun ekuitas terdiri dari dana lancar dan ekuitas dana investasi. Sedangkan dalam laporan keuangan PT. BIOFARMA akun ekuitas  ada modal saham, laba di tahan, dan laba selisih kurs.
4.    Pada laporan arus kas, dalam laporan keuangan pemerintah terdapat arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan. Sedangkan pada laporan keuangan PT. BIOFARMA hanya ada arus kas dari aktivitas investasi.
Secara garis besar perbedaan format antara laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta terletak pada tujuan dari kedua organisasi tersebut. Tujuan utama sektor pemerintah adalah bukan mencari laba, tetapi menyediakan pelayanan kepada masyarakat dan mensejahterakan masyarakat. Sedangkan pada PT. BIOFARMA sebagai organisasi sektor swasta memiliki tujuan utama memaksimalkan laba untuk meningkatkan kesejahteraan pemegang saham. Kemudian perbedaan yang lain dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :
No
Perbedaan
Sektor pemerintah
Sektor swasta
1.
Sumber pendanaan
Pajak, retribusi, utang, obligasi pemerintah, laba BUMN/BUMD, penjualan aset negara, sumbangan, hibah
Modal sendiri, laba di tahan, penjualan aktiva, utang bank, obligasi, penerbitan n saham.
2.
Sistem akuntansi
Basis kas
Basis akrual
3.
Strukur organisasi
Kaki
Fleksibel
4.
Pertanggungjawaban
Pertanggungjawaban kepada publik/masyarakat.
Pertanggungjawaban kepada pemegang saham dan kreditor.
5.
Karakteristik anggaran
Terbuka untuk publik.
Tertutup untuk publik

BAB V
PENUTUP

KESIMPULAN
Dari semua pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan format laporan keuangan pemerintah dan laporan keuangan swasta. Berdasarkan objek penelitian yang di ambil yaitu laporan keuangan pemerintah pusat tahun 2014 dan laporan keuangan keuangan PT.BIOFARMA perbedaan tersebut dapat di lihat dari tujuan dari organisasi tersebut. Perbedaan tersebut yaitu :
1.      Dalam laporan keuangan pemerintah ada laporan realisasi APBN sedangkan dalam laporan keuangan PT. BIOFARMA tidak ada.
2.      Pada laporan keuangan PT. BIOFARMA ada laporan laba rugi sedangkan pada laporan keuangan pemerintah tidak ada.
3.      Pada laporan keuangan pemerintah dalam laporan neraca akun ekuitas terdiri dari dana lancar dan ekuitas dana investasi. Sedangkan dalam laporan keuangan PT. BIOFARMA akun ekuitas  ada modal saham, laba di tahan, dan laba selisih kurs.
4.      Pada laporan arus kas, dalam laporan keuangan pemerintah terdapat arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan. Sedangkan pada laporan keuangan PT. BIOFARMA hanya ada arus kas dari aktivitas investasi.










DAFTAR PUSTAKA

http://www.academia.edu/12007113/perbedaan_laporan_keuangan_sektor _swasta_dan_sektor_publik ( diakses tanggal 02 Maret 2017 )
http://andichairilfurqon.wordpress.com (diakses tanggal 02 Maret 2017 )
http://www.kemenkeu.go.id ( diakses tanggal 03 Maret 2017 )
http://www.biofarma .co.id ( diakses tanggal 03 Maret 2017 )

http://bhaskoroperwiro.wordpress.com ( diakses tanggal 03 Maret 2017 )